Jumat, 04 Februari 2011

HAL-HAL YANG MENGAKIBATKAN STRES MENTAL PADA ATLIT

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada final piala AFF tahun 2010 putaran pertama di Malaysia, tentunya banyak peristiwa yang sangat memprihatinkan dan mengganggu kosentrasi para pemain, pada saat terjadi insiden sinar laser ataupun petasan yang dinyalakan para supporter di dalam stadion bukit jalil. Tentunya unsur kesengajaan memang sudah disiapkan para supporter guna mengganggu pemain yang sedang bertanding.
Ketika itu penjaga gawang timnas kita Markus Horizon yang paling sering mendapat gangguan sinar laser. Tentu saja kejadian tersebut sangat mengganggu konsentrasi dan mental para pemain timnas kita. Banyak pemain yang mengalami stress mental pada saat pertandingan tersebut. Bila kejadian tersebut terjadi pada atlit yang kita bina maka kita harus tahu bagaimana cara mengatasi hal tersebut agar masalah tersebut tidak menjadi berlarut-larut.
Dengan uraian singkat di atas pokok-pokok bahasan dalam makalah ini antara lain :
1. Hubungan Atlit dengan Perkumpulan
2. Hubungan Atlit dengan Coach / Pelatih
3. Hubungan Atlit dengan Atlit
4. Prinsip-prinsip yang penting bagi Pelatih
5. Mengatasi Stress Mental
BAB II
PEMBAHASAN

A. Hubungan Atlit dengan Perkumpulan
Dalam setiap perkumpulan atau organisasi tentunya terdapat suatu peraturan, prosedur, kebijaksanaan dan administrasi dapat mempengaruhi hubungan atlet dengan perkumpulan. Beberapa aspek di bawah ini penting untuk diperhatikan yaitu :
1. Seluruh bagian atau jajaran organisasi harus bersih dari segala kecurangan.
2. Seluruh bagian dibuat dengan struktur sederhana saja serta tidak terlalu birokratis dan bertele-tele.
3. Seluruh pengurus harus jujur, terbuka kepada setiap orang serta sederhana, tidak terkecuali.
4. Sebelum mengikuti / pelaksanaan program latihan, terlebih dahulu harus ada persetujuan mengenai ketentuan-ketentuan yang ada antar atlit-pelatih dan official.
5. Peraturan-peraturan yang ada harus ditaati, kalau ada pelanggaran terhadapnya tentu saja rencana kerja tak akan berjalan dengan baik.
B. Hubungan Atlit dengan Coach / Pelatih
Pelatih juga harus dapat menjaga hubungan dengan para atlitnya agar tidak terjadi salah komunikasi dan atlet lebih merasa nyaman dan mudah menerima masukan-masukan dari pelatih. Bila hubungan antara atlit dengan pelatihnya tidak dapat berjalan dengan bagaimana prestasi atlitnya bisa meningkat. Di bawah ini beberapa hal-hal yang perlu dilakukan pelatih dalam membina hubungan baik dengan atlit :
1. Seorang pelatih harus terbuka pada setiap atlit, juga dalam memberlakukan peraturan harus sama.
2. Seorang pelatih harus memberikan perhatian yang sama terhadap seluruh atlit, tak ada yang dikhususkan.
3. Tidak menyepelekan hal pengawasan. Pelatih harus dapat / mampu memberikan keterangan-keterangan dengan cepat dan tepat.
4. Pelatih merupakan panutan, ia sebagai bapak, guru, paman, dan teman.
5. Adanya saling terbuka antara pelatih dan atlit akan memudahkan diterimanya suatu keputusan latihan yang menyangkutnya.
6. Dengan hubungan yang baik dan positif, maka itu akan menghasilkan hal positif, membangun dan berbuat saling menguntungkan.
C. Hubungan Atlit dengan Atlit
Hubungan antara atlit yang satu dengan atlit yang lain sangat erat kaitannya dengan peningkatan kerjasama tim, oleh karena itu para atlit harus mampu membina hubungan baik sesama atlit antara lain :
1. Membentuk kerjasama atlit, yaitu dengan usaha memperkecil persaingan dalam perkumpulan.
2. Membentuk hubungan baik dengan masyarakat melalui aktivitas perkumpulan. Kegiatan ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk membina persahabatan antar atlit.
3. Memperketat absensi/kehadiran atau dipaksa untuk hadir terus.
4. Atlit senior yang banyak pengalaman dapat membantu yuniornya untuk dapat lebih maju.
5. Bergabung atau bersahabat harus dengan senang / sukarela, pelatih jangan memaksa untuk menyatukan antar atlit.
D. Prinsip-prinsip yang penting bagi Pelatih
Sebagai seorang pelatih, tentunya harus memiliki prinsip yang harus dipegang agar atlitnya dapat berkembang secara maksimal. Beikut ini adalah beberapa prinsip yang harus dipegang bagi seorang pelatih :
1. Sebelum memulai latihan terlebih dahulu mengadakan observasi/survey terhadap perkumpulan itu.
2. Mempersiapkan mental dan fisik untuk menghadapi atlit.
3. Mempersiapkan pengetahuan keolahragaan yang lebih lengkap.
4. Bersikap sederhana, mantap, tegas, terbuka dan bersahabat.
5. Memiliki ketrampilan administrasi/memanaje.
6. Memberikan latihan secara sistematis, metodis, selalu menambah beban dan terus menerus.
7. Disiplin pribadi.
8. Senang bergaul.
9. Memiliki sikap kepemimpinan/leadership.
10. Sportif mengakui kesalahan atau kekurangan diri sendiri dan mengakui/membenarkan kelebihan orang lain.
11. Tidak cepat putus asa.
12. Sikap bertanggung jawab dan jiwa besarnya menonjol.
E. Mengatasi Stress Mental
Ketegangan mental sering terjadi, bahkan dialami oleh setiap olahragawan dan bahkan pelatih, terutama pada saat sedang bertanding, penonton pun mengalaminya. Bila seorang pelatih mengalami stress mental dan kemudian agak berat mengatasinya, maka hal itu akan berpengaruh besar terhadap para atlit. Keadaan mental pelatih akan “menular” kepada anak asuhnya (terutama bagi atlit yang selalu menggantungkan diri pada pelatih).
Tekanan-tekanan yang datang baik dari dalam maupun dari luar yang tidak dapat diatasi seorang pelatih akan sangat mengganggu keputusan-keputusan yang harus diinstruksikan kepada para atlitnya.
Dan pada gilirannya sikap para atlit terhadap pelatih interaksinya pun bersifat ragu-ragu, sehingga berakibat negatif pada hasil yang diharapkan.
Berikut ini adalah beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengatasi stress mental :
1. Lakukanlah warming-up (pemanasan) secukupnya dan dilaksanakan menjelang pertandingan dimulai, misalnya 1-2 jam sebelumnya.
2. Bersikaplah gagah dan berani, kalau perlu agak sombong.
3. Tersenyumlah denga ramah.
4. Jangan selalu memperdulikan aksi atau komentar penonton.
5. Tingkatkan motivasi untuk memenangkan pertandingan.
Ada kalanya pelatih juga mengalami ketegangan saat melihat atlitnya sedang dalam posisi terpojok . Apabila pada suatu saat terdapat pelatih yang mengalami ketegangan, agar tidak menimbulkan efek yang buruk pada atlit sebaiknya melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Selalu berusaha untuk sabar, tenang, ramah dengan senyum yang lebar.
2. Selesaikan suatu tugas dengan selamat.
3. Tidak berkata-kata yang menyebabkan orang lain tersinggung.
4. Lakukanlah sesuatu yang anda senangi.
5. Ceritakanlah keadaan yang sulit yang anda hadapi kepada teman yang dekat yang dapat memberikan suatu jalan ke luar.
6. Jauhkan perasaan rendah diri.
7. Bersikap kesatria dan lain-lain.



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada dasarnya semua atlet pasti akan mengalami ketegangan saat menghadapi pertandingan. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya gangguan dari dalam diri sendiri yang diakibatkan oleh kurangnya kesiapan baik fisik maupun mental, dan juga karena pengaruh dari luar seperti teriakan para supporter yang sedang menonton pertandingan.
Oleh sebab itu maka seorang pelatih harus mampu mengatasi masalah tersebut agar atletnya dapat tetap kosentrasi atau fokus pada saat bertanding. Sehingga atletnya mampu mengoptimalkan kemampuannya tanpa merasakan adanya hambatan dalam dirinya.
B. Saran
Dengan menganalisa kajian pembahasan makalah tersebut dapat disarankan sebagai berikut :
1. Pelatih sebaiknya lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan atlitnya agar tidak terjadi salah komunikasi.
2. Pelatih yang mengalami ketegangan diusahakan jangan sampai mempengaruhi atlitnya, sebisa mungkin tidak ditampakkan.



DAFTAR PUSTAKA

• Lutan, Rusli, dkk. (2004). Perubahan Motif Pembinaan Olahraga: Dari Logika Politik ke Logika Ekonomi, dalam Akar Sejarah dan Dimensi Keolahrgaan Nasional, Jakarta: Ditjora
• Moch, Subroto, Masalah-masalah dalam Kedokteran Olahraga, Latihan dan Coahing, Jakarta, 1975.
• Santoro (1986) Manual Kesehatan Olahraga (Jakarta:Dinas Kesehatan DKI)
• Rusli lutan, Sumardiyanto, 2002. Filsafat Olahraga. Depdiknas, Dirjen Dikdasmen.
• Husdarta, 2010. Sejarah dan Filsafat Olahraga, Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar