Sabtu, 07 Januari 2012

PATOK LELE

A. Asal Permainan
Permainan ini berasal dari Jawa Tengah.

B. Peserta
Pada umumnya permainan ini hanya dimainkan oleh anak-anak.

C. Jumlah Pemain
Jumlah pemain 4-10 anak.

D. Jenis Kelamin
Permainan ini dapat dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan.

E. Usia
Pada umumnya permainan ini dimainkan oleh anak-anak usia 9-15 tahun.

F. Alat dan Fasilitas
1) Alat
Kayu.
2) Fasilitas
Halaman atau lapangan.

G. Iringan Lagu
Permainan ini tidak menggunakan iringan lagu.


H. Latar Belakang
Olahraga tradisional patok lele merupakan olahraga masyarakat. Permainan ini dilakukan oleh anak remaja, dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Permainan ini dilakukan untuk mengisi waktu luang. Olahraga ini ada sejak dahulu sebagai peninggalan nenek moyang kita.

I. Jalannya Permainan
- Batang kayu yang pendek diletakkan melintang di atas lubang kemudian gunakan batang untuk mengungkit sejauh mungkin.
- Apabila batang kayu (anak patok lele) tertangkap, maka giliran habis tapi jika tidak kena / tertangkap lawan, anak patok lele dilemparkan keinduknya (tuas pengungkit) jika kena maka gilirannya habis / ganti temannya.
- Pemain berdiri dibelakang garis, tongkat pengungkit memukul tongkat pendek dengan melambungkan sendiri.
- Tongkat pendek dilemparkan kembali oleh lawan dan pemain berusaha memukul anak patok lele, apabila kena maka langsung dihitung nilai.
- Anak patok lele ditaruh dalam lubang dalam posisi tertidur, kemudian pukul dengan tongkat panjang sampai memantul kemudian pukul lagi sejauh mungkin.
- Apabila pemukul dapat melakukan pukulan sebanyak 2 kali, maka nilainya dikalikan dua kali lipat. Tapi jika anak patok lele tertangkap lawan maka semua nilai yang dimiliki diambil tim lawan.
- Apabila dalam permainan anak patok lele tertangkap, jika menggunakan dua tangan mendapatkan nilai 10 dan 50 jika menangkap satu tangan.
- Nilai dihitung berdasarkan jarak lubang dengan jatuhnya anak patok lele dengan tongkat yang panjang.


J. Gambar










Gambar Permainan Patok Lele

K. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
- Melatih ketangkasan siswa
- Melatih ketrampilan dan kelincahan gerak siswa
- Melatih keberanian siswa

L. Sumber
Warisan nenek moyang.

ABC LIMA DASAR

A. Asal Permainan
ABC Lima Dasar merupakan salah satu permainan tradisional di Indonesia yang terdapat di provinsi Jawa Tengah.

B. Peserta
Permainan ini bisa dimainkan oleh semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa.

C. Jumlah Pemain
Jumlah pemain dalam permainan ini bebas, lebih dari satu orang. Tetapi biasanya tidak terlalu banyak.

D. Jenis Kelamin
Permainan ini dapat dimainkan anak laki-laki maupun perempuan.

E. Usia
Usia yang sesuai untuk memainkan permainan ini adalah antara usia 7-15 tahun.

F. Alat dan Fasilitas
1) Alat
Tidak menggunakan alat apapun.
2) Fasilitas
Halaman atau lapangan.

G. Iringan Lagu
Permainan ini tidak menggunakan iringan lagu.

H. Latar Belakang
Permainan ABC Lima Dasar merupkan bentuk permainan kata, yaitu menebak nama benda, hewan atau nama dari tokoh-tokoh misalnya artis, pahlawan dan lain-lain. Sesuai kesepakatan bersama para pemain di awal sebelum permaianan. Permainan ini biasanya dilakukan untuk mengisi waktu luang dan juga bisa juga untuk melatih pengetahuan umum para pemainnya.

I. Jalannya Permainan
- Permainan ABC Lima Dasar bisa dimulai dengan berkumpulnya para pemain dan menentukan permainan yaitu nama apa yang akan ditebak oleh para pemain bisa benda, hewan, buah maupun tokoh-tokoh.
- Setelah ditentukan pemain, misalnya menyebut nama buah, maka pemain berkumpul dan mengumpulkan tangan, lalu bersama-sama menyebutkan “ABC Lima Dasar” dan semua pemain harus menunjukkan jarinya sesuai keinginan masing-masing pemain.
- Salah satu pemain menghitung jari yang ditunjukkan para pemain dengan menyebut alphabet ; A, B, C, D, E, dst. Sampai jari terakhir pemain terakhir misal jatuh pada huruf “J”, maka pemain berlomba-lomba secepat-cepatnya menyebut nama buah yang huruf depannya menggunakan huruf J. Dan pemain yang tidak bisa menyebut nama buah yang benar maka pemain itu dihukum oleh pemain yang bisa menyebutkan nama buah dengan benarnyaitu dengan cara meletakkan tangannya di bawah dan disentil/slentik oleh pemain yang menang.
- Lalu permainan dilanjutkan dengan mengulang permainan yaitu meletakkan tangan para pemain itu lagi dan dihitung kembali, tapi dimulai dari huruf yang terakhir tadi disebut yaitu”J”; K, L, M, N, dst. Sampai jari terakhir, begitu seterusnya.

J. Gambar









Gambar permainan ABC Lima Dasar

K. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
- Melatih kecerdasan
- Pengetahuan umum
- Kejujuran

L. Sumber
Masyarakat Depokrejo, Kebumen.